Bali Ambil Penting Dalam Politik Indonesia 2020

Bali Ambil Penting Dalam Politik Indonesia 2020

Wakil Menteri Luar Negeri RI Mahendra Siregar menyebut provinsi Bali miliki peran dan kontribusi penting didalam bidang politik luar negeri dan jalinan internasional, baik di tingkat nasional, bilateral, kawasan, maupun global.

Pernyataan selanjutnya disampaikan Mahendra usai acara Bali Democracy Forum Pilar Ekonomi, yang diselenggarakan di salah satu destinasi wisata unggulan selanjutnya pada Jumat.

“Keberadaan Bali dan kontribusi Bali penting didalam politik luar negeri ataupun jalinan internasional, nama Bali tidak mampu dipisahkan atau jadi menjadi satu jaminan untuk keputusan-keputusan yang penting yang banyak dilaksanakan di saat yang lalu didalam aktivitas berbagai organisasi nasional,” kata Wamenlu.

Di samping acara Bali Democracy Forum sendiri, yang merupakan acara tahunan yang melibatkan perwakilan dari berbagai negara dan organisasi, dia menyebutkan bahwa di tingkat nasional barangkali telah begitu banyak peristiwa maupun hasil dari pertemuan-pertemuan yang pakai nama Bali, supaya telah tidak juga ulang jumlahnya.

Sementara itu, di kawasan Asian Tenggara, sejumlah pertemuan telah dilaksanakan di Bali dan membuahkan kesepakatan yang melibatkan nama provinsi tersebut.

“Di kawasan ASEAN, dua peristiwa yang paling penting didalam peristiwa ASEAN sejak tahun 1967 sampai saat ini dilaksanakan di Bali bersama nama (deklarasi) Bali Concord I dan Bali Concord II, yang membuahkan antara lain adalah Masyarakat Ekonomi ASEAN yang menjadi basis didalam jalinan negara-negara ASEAN saat ini,” paparnya.

Adapun didalam konteks global, Mahendra beri tambahan perumpamaan bahwa sejumlah pertemuan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan organisasi internasional lain layaknya Bank Dunia dan dana Moneter Internasional (IMF) telah dilaksanakan di Bali, yang kemudian kerap kali pakai nama Bali didalam kesepakatan atau deklarasi yang dihasilkan, layaknya Bali Document atau Bali Declaration.

Selain perannya yang berarti didalam berbagai catatan politik luar negeri dan jalinan internasional, Mahendra juga menyebutkan Pulau Dewata juga beri tambahan kontribusi penting pada ekonomi serta reputasi nasional melalui gaung pariwisata yang dikenal di tataran global.

Oleh karena itu, dia menyoroti perekonomian Bali yang kini sedang terpukul akibat pandemi COVID-19, terutama karena pembatasan pergerakan manusia dan perekonomian Bali yang sebagian besar bergantung pada sektor pariwisata.

Dalam impuls menopang pemulihan ekonomi Bali, Mahendra menyebutkan Bali Democracy Forum Pilar Ekonomi tahun ini diselenggarakan bersama gabungan pertemuan segera dan pertemuan virtual.

“Kenapa dilaksanakan (secara) fisik di Bali, sebagian karena keinginan kita seluruh sesungguhnya untuk memandang sistem pemulihan ekonomi Bali yang antara lain tentu perihal bersama aktivitas konferensi ataupun pertemuan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa menyebutkan pariwisata merupakan tulang punggung perekonomian Bali karena 55 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi selanjutnya berkunjung dari sektor pariwisata.

Pandemi COVID-19 yang menghalangi pergerakan manusia, terutama perjalanan antarnegara, membuat perekonomian Bali terpukul memadai keras selama pandemi mewabah di Indonesia didalam delapan bulan terakhir.

“Sampai saat ini dampak dari pandemi COVID-19, kontraksi pertumbuhan ekonomi Bali kuartal I (mencapai) minus 1,14 dan di kuartal II lebih didalam ulang (mencapai) minus 10,98 persen dibandingkan bersama year-on-year,” kata Putu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *