Gatot Nurmantyo Panglima TNI Ingin Jadi Bintang Mahaputera

Gatot Nurmantyo Panglima TNI Ingin Jadi Bintang Mahaputera

Semenjak tidak lagi menjabat Panglima TNI, Gatot Nurmantyo acap mengkritik pemerintahan Jokowi.

Puncaknya selagi dia menjadi deklarator Koalisi Aksi menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang kerap kali mengkritisi kebijakan kabinet Jokowi.

Rencana dukungan penghargaan itu termasuk diakui sebagian kalangan sebagai upaya pemerintah untuk “meredam” Gatot dan barisannya. Sebuah tuduhan yang berulangkali dibantah oleh Menkopolhukam Mahfud MD.

Belum tersedia penjelasan segera dari Gatot Nurmantyo tentang ketidakhadirannya, tapi menurut Menkopolhukam, Mahfud MD, Gatot membuktikan “menerima dukungan bintang jasa ini, tapi beliau tidak sanggup hadir.”

Polisi beberkan bukti-bukti ‘hasutan dan hoaks’ tersangka aktor kerusuhan anti Omnibus Law, deklarator KAMI: ‘Bebaskan Jumhur dkk, tersedia ketidakadilan’
Dubes Palestina hadiri deklarasi KAMI: ‘Kami tidak akan menjadi anggota dari kegiatan politik di Indonesia’
Apa arti kepulangan Rizieq Shihab bagi politik Indonesia?
Beri isyarat kehormatan untuk Fadli Zon dan Fahri Hamzah, Presiden Jokowi: ‘Inilah negara demokrasi’

Dalam suratnya kepada Presiden Jokowi, menurut Mahfud, Gatot disebutkan menyatakan “beberapa alasan” ketidakhadirannya.

“Pertama, gara-gara ini situasi covid-19,” ungkap Menko Polhukam Mahfud MD kepada wartawan di Istana Negara, usai acara dukungan bintang jasa tersebut.

Ditanya wartawan apakah Gatot akan menerima bintang jasa itu, Mahfud menyatakan “iya, nanti akan dikirim melalui Sekretaris Militer.”

“Beliau membuktikan di sini (dalam surat kepada Presiden Jokowi) menerima ini. Hanya tidak sanggup datang penyematannya,” menyadari Mahfud.

Pada Rabu (11/11) pagi, Presiden Jokowi memberikan penghargaan Bintang Mahaputera kepada 71 orang. Tapi salah satu calon penerimanya, mantan Panglima TNI Jenderal (purnawirawan) Gatot Nurmantyo, tidak hadir.

Sebelumnya, Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, mengungkapkan bahwa Gatot telah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo gara-gara tak sanggup hadir.

“Pak Gatot (Nurmantyo) bersurat kepada Presiden tidak hadir. Isinya nanti ayah Menko Polhukam yang akan menyampaikan,” kata Heru Budi Hartono, kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (11/11).

Menurut Heru, salah satu isikan surat yang disampaikan Gatot adalah menghendaki Presiden Joko Widodo lebih perhatian terhadap TNI. Disebutkan pula bahwa Gatot menyinggung soal situasi Covid-19 di balik alasan ketidakhadirannya.

“Ya, mungkin isinya tersedia sebagian yang beliau tidak setuju mungkin situasi Covid, wajib banyak memberikan perhatian kepada TNI di suratnya layaknya itu,” jelasnya.
jokowi, gatot

Sumber gambar, Antara Foto
Keterangan gambar,

Presiden Joko Widodo didampingi Gatot Nurmantyo ketika yang berkaitan tetap menjabat Panglima TNI.

Ketika pertama kali rancangan dukungan penghargaan Bintang Mahaputera kepada Gatot ini nampak pemikiran di masyarakat, bahwa hal ini dilakukan pemerintahan Jokowi untuk “meredam” kelompok oposisi.

Menanggapi pemikiran layaknya itu, Menko Polhukam, Mahfud MD, menyatakan pemberiaan penghargaan Bintang Mahaputera merupakan “sesuatu yang biasa”. Lagipula, menurutnya, itu hak yang berkaitan sebagai mantan Panglima TNI.

“Kalau Gatot Nurmantyo tidak diberi bintang, orang curiga, kalau diberi dibilang mau membungkam. Tidak tersedia urusan bungkam membungkan dan tidak tersedia urusan diskriminasi, ini haknya dia,” ujar Mahfud MD, Kamis (05/11).

Menurutnya, Bintang Mahaputera diberikan kepada siapa saja yang pernah menjabat sebagai pimpinan instansi tinggi negara, termasuk Gatot Nurmantyo, mantan Panglima TNI periode 2015-2017.

Sebelumnya, sebagian media mengutip keterangan Gatot Nurmantyo yang mengaku “hingga selagi ini aku belum menerima undangan ataupun Keppres.” kata Gatot Nurmantyo, Senin (09/11).

Namun keesokan harinya, Selasa (10/11), Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, mengatakan, Gatot telah mengonfirmasi kehadirannya ke Istana untuk menerima isyarat kehormatan Bintang Mahaputera.

“(Gatot Nurmantyo) hadir. Sudah ambil undangan dan pengakuan kesediaan menerima isyarat kehormatan,” kata Heru.

Polemik dukungan isyarat jasa oleh Presiden Joko Widodo pernah mengemuka th. ini, ketika isyarat jasa itu diberikan kepada Fahri Hamzah dan Fadli Zon.

Pihak Istana selagi itu membuktikan dukungan isyarat kehormatan Bintang Mahaputera Nararya telah melalui pertimbangan matang. Namun, seorang pengamat menilai hal tersebut sebagai upaya pemerintah membungkam kritik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *