Mensos Dibekuk, Film Gus Dur Ucap Kemensos Banyak Tikus Berdasi Viral

Mensos Dibekuk, Film Gus Dur Ucap Kemensos Banyak Tikus Berdasi Viral

Statment mantan Kepala negara RI Abdurrahman Satu ataupun Gus Dur terpaut kebijaksanaannya membubarkan Unit Sosial( saat ini Departemen Sosial) kembali jadi pembicaraan khalayak.

Dalam statment lawas itu, Gus Dur menguak sebabnya membubarkan Unit Sosial. Salah satunya sebab tempat itu dipadati tikus- tikus koruptor.

Film itu kembali viral di alat sosial berakhir penahanan Menteri Sosial Juliari P Batubara atas permasalahan uang sogok bansos Covid- 19.

Dalam film itu, Gus Dur diwawancarai oleh Andy F Noya dalam kegiatan Kick Andy

Awal mulanya, Andy bertanya alibi Gus Dur membubarkan Unit Sosial di era kepemimpinannya. Kebijaksanaan Gus Dur kala itu jadi perbincangan khalayak.

” Jika Unit Sosial dahulu, apa alibi persisnya sedangkan banyak orang terlantar wajib diayomi oleh unit itu?” pertanyaan Andy diambil dari Hops. id- Senin( 7 atau 12 atau 2020).

Cucu penggagas Nahdlatul Malim( NU) itu menarangkan, Departemen Sosial yang sepatutnya mengayomi orang malah berpotensi jadi cerang penggelapan.

Alasannya, di badan departemen itu banyak bermuatan para tikus- tikus berdasi.

” Persisnya itu, sebab unit itu yang mestinya mengayomi orang nyatanya korupsinya gede- gedean, hingga hari ini. Memanglah sebab tikusnya telah memahami lumbung,” kata Gus Dur.

Buat dikenal, perampingan departemen itu dicoba oleh Gus Dur dikala terkini jadi Kepala negara RI sepanjang satu bulan.
Bandar Taruhan

Tiba- tiba saja, kebijaksanaan perampingan birokrasi rezim yang dicoba Gus Dur dikala itu memunculkan kontorversi di tengah warga, mengenang Departemen Sosial jadi salah satu badan yang fokus mencermati warga menengah ke dasar serta terpinggirkan.

Meski luang memunculkan kontroversi yang lumayan rumit, Gus Dur dengan jelas senantiasa bepegang konsisten pada pendiriannya buat membubarkan Departemen Sosial.

Menteri Sosial Juliari P Batubara diresmikan bagaikan terdakwa penggelapan dorongan sosial covid- 19 buat area Jabodetabek Tahun 2020.

Politisi Partai PDI Peperangan itu diprediksi memperoleh bagian ataupun fee sebesar Rp 10 ribu per paket bansos.

Dari program bansos Covid- 19, Juliari serta sebagian karyawan Departemen Sosial memperoleh Rp 17 miliyar. Sebesar Rp 8, 1 miliyar diprediksi sudah mengalir ke kantung politisi PDI Peperangan itu.

Juliari pula dijanjikan hendak memperoleh bagian berikutnya sebesar Rp 8, 8 miliyar pada logistik bansos rentang waktu kedua.

Tidak hanya Juliari, KPK ikut memutuskan 2 administratur kreator komitmen( PPK) di Departemen Sosial, ialah Matheus Joko Santoso( MJS) serta Adi Wahyono( AW), bagaikan terdakwa akseptor uang sogok.

Sebaliknya donatur uang sogok merupakan pihak swasta bernama Ardian I Meter( AIM) serta Harry Sidabuke

Dalam OTT itu, KPK mengamankan benda fakta berbentuk duit menggapai Rp 14, 5 miliyar berbentuk mata duit rupiah serta mata duit asing.

Tiap- tiap beberapa ekitar Rp 11, 9 miliyar, dekat USD 171, 085( sebanding Rp 2, 420 miliyar) serta dekat SGD 23. 000( sebanding Rp 243 juta).

Berakhir diresmikan bagaikan terdakwa, Juliari langsung menghadiri kantor KPK memberikan diri pada Minggu( 6 atau 12 atau 2020) dini hari dekat jam 02. 55 Wib.

Politikus PDI Peperangan itu memakai jaket gelap dan topi gelap komplit dengan masker.

Kala ditanya badan alat di depan lobi bangunan, Juliari cuma bungkam serta segera masuk ke dalam bangunan KPK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *