Bagi Warga Tak Bermasker di Banda Aceh Berlaku Hari Ini Denda Rp 100 Ribu

 

Ganjaran untuk pelanggar aturan kesehatan penangkalan virus Corona di Banda Aceh diaplikasikan mulai hari ini. Masyarakat yang tidak menggunakan masker akan dikenai ganjaran adat ataupun kompensasi Rp 100 ribu.

” Era pemasyarakatan Peraturan Orang tua Kota( Perwal) no 51 telah berakhir. Telah waktunya kita pembedahan. Razia serta penindakan mulai diaplikasikan petang ini,” tutur Orang tua Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Selasa( 15 atau 9 atau 2020).

Perwal no 51 menata mengenai Aplikasi Patuh serta Penguatan Hukum Aturan Kesehatan bagaikan Usaha Penangkalan serta Pengaturan COVID- 19. Dalam ketentuan itu, masyarakat dimohon menaati 4M, ialah mengenakan masker, membersihkan tangan, melindungi jarak, serta menjauhi gerombolan.

Bagi Aminullah, razia untuk pelanggar akan dicoba oleh aparat Satpol PP- WH, polisi, Tentara Nasional Indonesia(TNI), dan faktor terpaut. Posisi razia diawali dari depan Langgar Raya Baiturrahman sampai gerai kopi serta tempat kemeriahan.

” Dikala razia, ganjaran langsung diaplikasikan di tempat, apakah kompensasi ataupun kegiatan sosial buat berikan dampak kapok,” nyata Aminullah.

Aminullah mengajak seluruh warga taat kepada aturan kesehatan.” Ini kita jalani buat memutuskan mata kaitan penyebaran COVID- 19, untuk keamanan kita bersama,” nyata Aminullah.

Asisten Perekonomian serta Pembangunan Setdako Banda Aceh Bachtiar, berkata razia ini direncanakan diselenggarakan sampai 3 bulan ke depan. Posisi razia di antara lain di seputaran Langgar Raya Baiturrahman, Pasar Aceh, Peunayong, Jalur Daud Beureueh, Jalur Teuku Umar, Halaman Ekstrak, sampai ke warkop- warkop.

” Razia serta aplikasi ganjaran ini hendak kita berlakukan mulai hari ini sampai Desember esok,” nyata Bachtiar.

Semacam dikenal, terdapat 3 ganjaran yang bisa dikenakan untuk perseorangan yang melanggar aturan kesehatan di Banda Aceh. Ganjaran itu, ialah kegiatan sosial semacam mensterilkan tempat ibadah serta sarana biasa, ganjaran administratif ialah kompensasi Rp 100 ribu serta ganjaran adat ialah membaca, memperdengarkan bang sepanjang sepekan ataupun menjajaki pengajian di dusun sepanjang 4 hari.

Sebaliknya untuk tempat upaya, sanksinya mencakup kompensasi administratif berbentuk kompensasi Rp 250 ribu untuk upaya kecil serta Rp 500 ribu untuk upaya besar. Tidak hanya itu, terdapat ganjaran penghentian sedangkan operasional upaya sampai pembatalan permisi upaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *