Isi Lengkap Surat Jokowi Usul Merger Kemenristek-Kemendikbud

Isi Lengkap Surat Jokowi Usul Merger Kemenristek-Kemendikbud

Isi Lengkap Surat Jokowi Usul Merger Kemenristek-Kemendikbud

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengirimkan surat terkait penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan juga pembentukan Kementerian Investasi ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI terhadap 30 Maret 2021.
Bandar Taruhan
Hal tersebut diketahui dari salinan Surat Presiden (Surpres) Nomor R-14/Pres/03/2021 yang diterima CNNIndonesia.com,Sabtu (10/4).

Dalam surat itu, Jokowi memperlihatkan bahwa pemerintah dapat membentuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) demi menjalankan keputusan yang tertuang didalam Pasal 48 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2019 mengenai Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

“Mengingat bahwa sebagian besar tugas dan fungsi Kementerian Riset dan Teknologi dapat ditunaikan Badan Riset dan Inovasi, dipandang perlu untuk mencampurkan sebagian tugas dan fungsi Kementerian Riset dan Teknologi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan supaya jadi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi,” kata Jokowi didalam surat tersebut.

Lebih lanjut, Jokowi juga memberitahu DPR bahwa pemerintah dapat membentuk Kementerian Investasi lewat surat tersebut. Pembentukan Kementerian Investasi disebutkan untuk menaikkan investasi dan penciptaan lapangan kerja.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad sebelumnya telah menyampaikan bahwa surat dari Jokowi mengenai penggabungan Kemenristek ke Kemendikbud dan juga pembentukan Kementerian Investasi dibuat tertanggal 30 Maret 2021.

“Surat Presiden RI Nomor R-14, tanggal 30 Maret 2021, hal pertimbangan pergantian kementerian,” kata Dasco kala terhubung Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta layaknya ditayangkan kanal Youtube DPR RI, Jumat (9/4).

Dalam rapat itu, Dasco mengatakan pihaknya telah mengulas surat Jokowi terhadap Rapat Konsultasi Pengganti Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR. Rapat itu digelar Kamis (8/4), dihadiri oleh pimpinan DPR RI dan pimpinan sembilan fraksi.

Rapat tersebut menyepakati dua poin. Pertama, Dua kementerian itu dapat beralih jadi Kemendikbud dan Ristek.

Poin ke-2 adalah pembentukan Kementerian Investasi. DPR setuju usul Jokowi membentuk kementerian baru itu manfaat menaikkan investasi dan penciptaan lapangan pekerjaan.

“Apakah hasil keputusan Rapat Bamus Pengganti Rapat Konsultasi terhadap pertimbangan penggabungan dan pembentukan kementerian bisa disetujui?” ucap Dasco menanyakan kepada para anggota dewan.

Kunjungi Juga : Berita Seputar Politik Dalam Negeri

“Setuju!” jawab para legislator yang datang didalam Rapat Paripurna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *