Presidential Threshold Alami Penurunan Drastis Di 2020

Presidential Threshold Alami Penurunan Drastis Di 2020

Politikus Partai Nasdem Saan Mustopa menyebutkan partainya mengusulkan sehingga ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) terhadap pilpres 2024 mendatang diturunkan menjadi 15 persen. Usulan ini berkaca terhadap pengalaman dua kali penentuan presiden (pilpres), yaitu 2014 dan 2019, yang cuma diikuti dua calon menyisakan polarisasi di penduduk sampai pas ini.

“Nasdem sendiri bersikap untuk menurunkan ambang batas pencalonan presiden, menjadi tidak lagi 20 % parlemen, 25 % suara, tetapi kami menurunkan meskipun kami tetap minta menurunkan sampai 15 persen,” kata Saan dalam sebuah diskusi, Ahad (25/10).

Saan mengatakan, alasan Partai Nasdem ingin presidential threshold 15 % sehingga calon presiden yang bersaing tersedia lebih berasal dari dua pasangan calon. Ia menghendaki pengalaman di dua pilpres pada mulanya mampu menjadi bahan evaluasi.

“Karena polarisasinya telah terlampau mengkhawatirkan, pasti termasuk itu mengancam tadi, terhadap keberagaman, karena menguatnya politik identitas dan sebagainya,” ujarnya.

Tidak cuma Partai Nasdem yang ingin sehingga presidential threshold turun. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) termasuk mengusulkan sehingga ambang batas pencalonan presiden turun sampai angka 4 persen.

“Mentok di 10 persen. Kalau di 10 % kami entry to barrier-nya dapat kecil. Kita dapat memiliki lima barangkali ya, mampu tiga sampai lima pasangan calon,” kata Mardani acara diskusi yang sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *