Revisi UU Pemilu Penting, Harus Ditata Baik

Revisi UU Pemilu Penting, Harus Ditata Baik

Revisi UU Pemilu Penting, Harus Ditata Baik

Pemerintah dan DPR merencanakan menunda merevisi UU Pemilu, yang sesungguhnya sudah masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) prioritas.

Namun, Direktur Eksekutif Network for Democracy plus Electoral Integrity (Netgrit), Ferry Kurnia Rizkiyansyah menjelaskan harusnya revisi UU Pemilu harus dilaksanakan dan penting. Karena banyak segi yang harus diperbaiki.

Dia mencontohkan, soal sistem Pemilu yang selama ini tidak omprehensif. Ditandai bersama dengan mekanisme pencalonan, district magnitude (DM) atau besaran tempat penentuan hingga electoral justice yang tetap berantakan.

Selain itu, tetap banyak pihak melayangkan gugatan pada UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu dan UU Nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah ke Mahkamah Konstitusi.

Menurutnya, ini sebagian gambaran bahwa sesungguhnya UU Pemilu harus diperbaiki.

“Ini kan cerminan aktivitas-aktivitas (Pemilu) yang kita lakukan belum menyeluruh, tetap tambal sulam, tetap ada kepentingan-kepentingan,” kata Ferry dalam webinar, Minggu (7/2/2021).

Digitalisasi Pemilu
Ferry terhitung menyaksikan perlunya mencermati digitalisasi Pemilu. Menurutnya, sudah saatnya pemerintah dan DPR mengarahkan Pemilu pada teknologi informasi ikuti pertumbuhan zaman.

“Kita sudah maju bersama dengan Sirekapnya meskipun bersama dengan segala dan dinamikanya. Tapi bagaimana audit keamanan partisipasi publik ini amat penting,” kata dia.

Ketiga, tentang penataan kelembagaan penyelenggara Pemilu. Ferry menilai sistem seleksi bagian Komisi Pemilihan Umum (KPU) kala ini tidak beraturan, belum transparan dan tidak cukup mencermati kualitas.

Kunjungi Juga : Berita Seputar Politik Dalam Negeri

“Ini kan harus ditata bersama dengan baik, bersama dengan seleksi yang transparan, mutu penyelenggara dan tidak tersedia ruang-ruang untuk menekankan kepentingan-kepentingan grup tertentu,” ujarnya.

“Perlu terhitung dibangun komisioner cukup saja satu periode bersama dengan andaikan tidak lima tahun tapi tujuh tahun,” kata Ferry.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *