Rocky Gerung ke Mensos Juliari: Ditugasi Rawat Orang Miskin Justru Merampok

Pengamat Politik Rocky Gerung buka suara terpaut penahanan serta penentuan terdakwa Menteri Sosial Juliari Batubara oleh KPK. Menteri dari PDI Peperangan itu diprediksi penggelapan dorongan sosial ataupun bansos Covid- 19 buat orang miskin.

Rocky berprasangka penggelapan Mensos Juliari Batubara dicoba terencana serta analitis. Ucap saja Juliari yang diucap Rocky dapat terencana ditaruh di Kemensos buat mengintai anggaran sosial.

“ Depsos itu kan berlimpah APBN yang masuk ke situ. Jadi memanglah ucap saja terdapat kesengajaan buat rampok duit negeri, ditaruh di sana bagaikan administratur penting, yang ketahui finansial serta dicocokkan buat keinginan partai,” tutur Rocky di saluran Youtube- nya, Minggu( 6 atau 12 atau 2020).

Bandar Taruhan
Beliau setelah itu mengatakan jika Menteri Juliari dungu. Perihal ini disebabkan dorongan yang sepatutnya disalurakan ke orang miskinn serta pas target justru dikorupsi.

“ Hingga itu, wajib terdapat yang ditabung balik, dengan metode mencuri, merampok. Konyolnya Mensos ini kan amat spesial di konstitusi, sebab ia ditugasi mengurus orang miskin. Sedangkan saat ini justru merampok. Itu kan namanya dungu,” tutur Rocky Gerung.

Pengungkapan permasalahan penggelapan terpaut logistik bansos Covid- 19 di Kementrian Sosial berasal atas terdapatnya pembedahan ambil tangan ataupun OTT kepada 6 orang. Sebagian di antara lain ialah administratur di Departemen Sosial.

Keenam orang itu, ialah Matheus Joko Santoso nama lain Abang berlaku seperti Administratur Kreator Komitmen( PPK) di Kementrian Sosial, Wan Guntar nama lain WG berlaku seperti Ketua PT 3 Tiang Agro Penting, Ardian I Meter nama lain AIM berlaku seperti pihak swasta, Harry Sidabuke nama lain HS berlaku seperti pihak swasta, Shelvy N nama lain SN berlaku seperti Sekretaris di Departemen Sosial, serta Sanjaya nama lain SJY berlaku seperti pihak swasta. Mereka terjebak OTT KPK di sebagian area di Jakarta pada Sabtu( 5 atau 12) sekira jam 02. 00 Wib.

Interogator KPK setelah itu memutuskan 5 orang bagaikan terdakwa. 3 terdakwa berlaku seperti akseptor serta 2 bagaikan donatur uang sogok.

Mensos Juliari P. Batubara, Matheus Joko Santoso, serta Adi Wahyono diresmikan bagaikan terdakwa akseptor uang sogok. Sebaliknya, 2 terdakwa yang lain berlaku seperti donatur uang sogok, ialah Ardian I Meter serta Harry Sidabuke.

Pimpinan KPK Firli Bahuri berkata masalah itu dimulai terdapatnya logistik bansos penindakan Covid- 19 berbentuk paket sembako di Departemen Sosial RI tahun 2020 dengan angka dekat Rp 5, 9 triliun dengan keseluruhan 272 kontrak logistik serta dilaksanakan dengan 2 rentang waktu.

” JPB( Juliari P Batubara) berlaku seperti Menteri Sosial menunjuk MJS( Matheus Joko Santoso) serta AW( Adi Wahyono) bagaikan Administratur Kreator Komitmen) dalam penerapan cetak biru itu dengan metode penunjukkan langsung para rekanan,” kata Firli.

Diprediksi disetujui terdapatnya” fee” dari setiap paket profesi yang wajib disetorkan para rekanan pada Departemen Sosial lewat MJS.

” Buat” fee” masing- masing paket bansos di sepakati oleh MJS serta AW sebesar Rp 10 ribu per paket sembako dari angka Rp 300 ribu per paket bansos,” imbuh Firli.

Berikutnya Matheus serta Adi pada Mei hingga dengan November 2020 membuat kontrak profesi dengan sebagian suplier bagaikan rekanan yang antara lain Ardian IM, Harry Sidabuke serta pula PT Rajawali Parama Indonesia( RPI) yang diprediksi kepunyaan Matheus.

” Penunjukan PT RPI bagaikan salah satu rekanan itu diprediksi dikenal JPB serta disetujui oleh AW,” kata Firli.

Pada penerapan paket bansos sembako rentang waktu awal diprediksi diperoleh” fee” Rp 12 miliyar yang penjatahannya diserahkan dengan cara kas oleh Matheus pada Juliari Batubara lewat Adi dengan angka dekat Rp 8, 2 miliyar.

” Pemberian duit itu berikutnya diatur oleh EK( Eko) serta SH( Shelvy N) berlaku seperti orang keyakinan Juliari buat dipakai melunasi bermacam kebutuhan individu JPB( Juliari Peter Batubara),” lanjut Firli.

Buat rentang waktu kedua penerapan paket Bansos sembako, terkumpul duit” fee” dari bulan Oktober 2020 hingga dengan Desember 2020 beberapa dekat Rp 8, 8 miliyar yang pula diprediksi hendak dipergunakan buat kebutuhan Juliari.

Dari Pembedahan Ambil Tangan( OTT) pada Sabtu, 5 Desember di sebagian tempat di Jakarta, aparat KPK mengamankan duit dengan jumlah dekat Rp 14, 5 miliyar dalam bermacam bagian mata duit ialah dekat Rp 11, 9 miliyar, dekat 171, 085 dolar AS( sebanding Rp 2, 420 miliyar) serta dekat 23. 000 dolar Singapore( sebanding Rp 243 juta).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *