UMP Gak Bisa Naik Gara – Gara Pengusaha

UMP Gak Bisa Naik Gara – Gara Pengusaha

Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani berharap agar pemerintah bersikap berimbang dalam penetapan upah minimum. Permintaan ini merespons pernyataan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah lewat Surat Edaran (SE) bahwa upah minimum 2021 sama bersama upah minimum 2020.

“Jangan cuma mendengarkan satu pihak yakni berasal dari kalangan pengusaha saja,” kata Netty kepada Republika, Sabtu (31/10).

Menurutnya di sedang kondisi pandemi sementara ini yang terkena dampak bukan cuma kalangan pengusaha, namun para buruh dan pekerja terhitung merupakan group yang terimbas, terasa berasal dari di-PHK, dirumahkan, gaji dipotong, dan lain-lain. “Jika pemerintah tidak menaikkan upah minimum tahun 2021 maka harus diperhatikan bagaimana daya membeli masyarakat? Apakah hal ini sudah dipertimbangkan,” ujarnya.
Baca Juga

Ulama Suni Iran: Jika Muslim Bersatu, Muncul Kekuatan Besar Korban Tewas di Turki dan Kepulauan Yunani Jadi 19 Orang BNPB: Gedung Sekolah Terdampak Tanah Longsor di Lebak

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan, jangan sampai justru tidak terdapatnya kenaikan upah membawa dampak daya membeli masyarakat alami penurunan yang justru berdampak pada ekonomi nasional. Apalagi, pandemi ini belum bisa diprediksi kapan akan berakhir.

“Saya minta para pemerintah area khususnya yang wilayahnya menjadi pusat industri dan padat pekerja untuk membawa dampak kebijakan yang menyimak para pekerja agar bisa menaikkan taraf hidup mereka dan keluarganya,” imbaunya.

Selain itu, mutlak terhitung bagi pemerintah untuk melakukan dialog bersama kalangan pekerja. Hal itu agar masukan dan pertimbangan bisa berimbang.

“Aspirasi berasal dari pekerja terhitung harus didengar oleh pemerintah, seperti bagaimana kesulitan-kesulitan mereka dan apa yang mereka butuhkan di tahun 2021,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *