Whisnu Sakti Akhirnya Beberkan Skenario Risma Kuasai PDIP

Kekuatan politik Tri Rismaharini (Risma) disebut sudah dipersiapkan sejak jauh hari. Dugaan ini dibeberkan putra pertama mantan Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) almarhum Ir Soetjipto (Pak Tjip), Jagad Hariseno.

Menurut Seno, tidak menutup barangkali Risma sudah membangun kebolehan politik sejak kala ini bersama dengan tujuan suksesi kepemimpinan pada Kongres PDIP 2024 mendatang.

Menurut kakak kandung Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana ini, Kongres PDIP 2024 merupakan titik mutlak didalam histori partai.
Pasang Bola
“Ada barangkali suksesi kepemimpinan Ibu Megawati Soekarnoputri selaku ketua umum partai (PDIP),” mengerti Seno didalam sebuah audio yang di terima dan dilihat jatimnow.com, Minggu (22/11/2020).

Hal itu, lanjut Seno, bisa menjadi ‘ancaman’ bagi PDIP. Seno pun perlu membongkar dugaan skenario yang dianggapnya sebagai upaya ‘kudeta merayap’, seperti disampaikannya didalam sebuah rekaman audio berdurasi 18 menit.

Berikut isikan rekaman audio Seno tersebut:

Kongres PDI Perjuangan ke depan Tahun 2024, merupakan titik mutlak didalam histori PDI Perjuangan. Karena tersedia barangkali tersedia suksesi kepemimpinan Ibu Megawati Soekarnoputri selaku ketua umum partai.

Faktor umur menjadi utama didalam suksesi tersebut. Ya, sudah pasti bakal menjadi terjadi pertarungan kebolehan oleh faksi-faksi di didalam tubuh partai.

Yang intinya terhubung peluang lebar untuk mengambil posisi kepemimpinan partai. Surabaya merupakan basis terbesar PDI Perjuangan Jawa Timur dan Barometer politik nasional, yang kala ini sedang digelar prosesi pemilihan kepala area yang menjadi bagian dari Pilkada Serentak Nasional 2020.

Ajang perebutan kekuasan politik di tingkat kota, menjadi sumber kekuatan. Serta anchor basis bagi keperluan partai politik, terutama PDI Perjuangan Surabaya.

Wali Kota Risma adalah sebuah fenomena. Karena nampak dari birokrasi level kepala dinas yang kemudian melesat bersama dengan program taman kota, bersama dengan mengfungsikan momentum kebolehan program dan basis PDI Perjuangan Surabaya yang diawali oleh Ir Soetjipto bersama dengan gerakan Posko Pandegiling dan kemudian melahirkan Wali Kota Bambang DH selama dua periode.

Risma sukses membangun pencitraan politik yang memadai kuat di tingkat nasional. Sekaligus sukses menggeser citra PDI Perjuangan Surabaya ke nomer dua sehabis citra Risma.

Di mana PDI perjuangan sebelumnya menjadi ikon Surabaya, sejak Bambang DH menjabat. Konflik keperluan internal pun nampak bersama dengan partai yang senantiasa menjadi pengusungnya.

Tetapi sukses diredam memadai baik dari Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana (WS) yang sukses menguatkan posisi di pencitraan Risma.

Meskipun demikian, mesin partai semakin solid dan kuat. Terbukti bersama dengan meningkatnya perolehan kursi dari 8 menjadi 15 didalam Pileg 2014 kemarin, di bawah kepemimpinan WS sebagai ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya.

Modal pencitraan ini dimanfaatkan oleh Risma untuk menjalin komunikasi bersama dengan Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Yang diawali bersama dengan menjadi bagian PDI Perjuangan bersama dengan KTA (kartu isyarat anggota) terbuka bersama dengan sukses menjadi kader di tingkat DPP.

Adi Sutarwijono atau Awi behasil menjalin komunikasi intensif bersama dengan Risma. Yang juga mandegani sistem Risma ber-KTA.

Dengan mengfungsikan posisi Risma di DPP dan kedekatan bersama dengan Bambang DH yang kala itu menjadi Ketua Bappilu DPP PDI Perjuangan untuk menggeser Whisnu dan sukses memasang dirinya menjadi ketua DPC yang baru.

Di bawah bayang-bayang Risma. Di sinilah nampak bukti bahwa Whisnu menjadi ganjalan Risma. Bahwa semua lingkar terdekat Whisnu di jajaran partai, diberangus.

Dan hanya mengakomodir siapa-siapa yang nurut ke Risma. Ia bersama dengan posisinya di DPP dan Awi di DPC melaksanakan gerakan untuk memunculkan siapa penerus Risma. Tentunya bersama dengan dasar pencitraan politik Risma di Pilwali Surabaya 2020.

Dan sukses menorehkan himbauan Ibu Ketua Umum kepada Eri Cahyadi-Armudji sebagai penerus Risma. Meskipun secara elektoral keduanya bukan kandidat kuat. Tapi benar-benar patuh ke Risma.

Fuad benardi putra Risma sukses menjadi Ketua Karang Taruna Surabaya di jaman kepemimpinan Risma dan tiba-tiba punyai akses memadai kuat di birokrasi Pemkot Surabaya.

Nama Fuad yang juga nampak di sedang prosesi rekom cawali sesudah itu membangun pemberian ke Eri Cahyadi-Armudji melalui gerakan relawan yang bertumpu pada basis Kartar (Karang Taruna) Surabaya.

Gerakan relawan Fuad ini dicitrakan sebagai mesin utama untuk menggalang suara bagi Eri Cahyadi-Armudji dan diamini oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, Awi.

Mesin relawan yang dibangun oleh Fuad didesain persis bersama dengan susunan partai. Minimal ditingkat PAC atau kecamatan dan ranting atau kelurahan, seolah-olah dipersiapkan betul untuk mengganti susunan partai bagaikan ‘kudeta merayap’.

Selama jaman jabatannya Risma sukses membangun hubungan simbiosis bersama dengan sejumlah entrepreneur besar yang menjadi kebolehan kapital untuk membangun kekuasan.

Oligarki ini sukses menancapkan kukunya selama dua periode, bersama dengan berlindung di balik pencitraan Risma. Risma menghendaki Eri Cahyadi-Armudji menang di Pilwali Surabaya, bersama dengan begitu Risma mempunya empat pilar kokoh.

Pilar pertama, Eri sebagai wali kota yang bakal mobilisasi semua keperluan Risma. Pilar kedua, Awi sebagai Ketua DPRD sekaligus Ketua DPC yang siap merangsek ke jenjang lebih tinggi.

Pilar ketiga Fuad, yang menguasai mesin relawan dan siap mengakuisisi kebolehan struktural jadi ranting hingga PAC dan menjadi kandidat kuat sebagai Ketua DPC menukar Awi.

Pilar keempat, kapital besar yang menjadi kebolehan oligarki Risma. Bermodal empat pilar ini Risma bakal mengambil alih kekuasaan politik PDI Perjuangan di Surabaya secara de facto.

Dan berpotensi untuk membangun kebolehan faksi non ideologis serta sesudah itu untuk turut suksesi kongres Tahun 2024 mendatang bersama dengan menyingkirkan histori partai atau dihapus bersama dengan cerita histori baru. Yaitu cerita histori politik Risma.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *